2. Masalah kepercayaan atau trust issue

Trauma bisa mempersulit seseorang dalam membangun kepercayaan dengan pasangan dalam pernikahan alias trust issue. Hal ini sering kali bermanifestasi sebagai kecemburuan, kecurigaan, atau kebutuhan terus-menerus akan kepastian dari pasangannya.
Jika trauma ini nggak disembuhkan, maka kehidupan pernikahan akan terasa sulit lagi menantang. Ini juga mungkin berdampak tidak langsung pada munculnya perasaan sulit terhubung dengan pasangan.
3. Kesulitan untuk membangun keintiman secara emosional

Pasangan mungkin menjadi jauh secara emosional saat salah satu atau kedua pasangan berjuang untuk memproses pengalaman traumatis mereka. Trauma sering kali membuat seseorang merasa seolah-olah dia nggak bisa bergantung pada siapa pun, termasuk pasangannya sendiri.
Dia juga bisa merasa menjadi beban atau merasakan keharusan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
Keterputusan emosional ini nantinya dapat menimbulkan perasaan kesepian dan terisolasi, yang sering kali terjadi pada kedua pasangan secara bersamaan.
4. Masalah pada kehidupan seks

Efek lainnya, trauma sering kali memengaruhi kemampuan seseorang untuk berhubungan intim, baik secara emosional maupun fisik. Sebab, hubungan seks pada kenyataannya membutuhkan kerentanan. Bagi orang-orang yang pernah mengalami trauma, kerentanan bisa membuatnya merasa nggak aman.










