Suksesi Kepemimpinan: Mengapa Kaum Anshar Mengalah dengan Muhajirin?

oleh -471 views
Kaum Anshar selalu mengalah dalam hal suksesi karena tidak memiliki dalil-dalil yang kuat dari al-Quran dan hadis. Foto/Ilustrasi: Ist

Mengapa Kaum Anshar selalu mengalah dengan kaum Muhajirin dalam suksesi kepemimpinan pasca- Nabi Muhammad SAW menjadi pertanyaan menarik. Soalnya, sejak Abu Bakar Ash-Shiddiq , kepemimpinan dipegang terus kaum Muhajirin.

M. Yunan Nasution (1913-1996) dalam tulisannya berjudul “Implikasi Sosial-Keagamaan Muhammad sebagai Penutup Utusan Allah” menjelaskan segera setelah Nabi Muhammad wafat, umat Islam dihadapkan kepada masalah yang cukup pelik, yang tak pernah timbul di kala Nabi masih hidup serta tak dijumpai cara penyelesaiannya dalam al-Qur’an, yakni masalah suksesi.

“Siapa yang menggantikan Nabi Muhammad sebagai kepala negara Madinah?” ujar M Yunan Nasution dalam tulisan yang dihimpun dalam buku berjudul “Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah” (Edtor: Budhy Munawar-Rachman) tersebut.

Baca Juga  Tekan Risiko Kecelakaan Laut, UPP Kelas III Dobo Sosialisasi Keselamatan Pelayaran

Sebagaimana diketahui, kala itu Madinah telah menjadi ibu kota dari negara yang bercorak konfederasi dari suku-suku bangsa Arab yang terdapat di Semenanjung Arabia. Jadi ketika beliau wafat, beliau mempunyai kedudukan bukan saja sebagai Rasul Allah, tetapi juga sebagai kepala negara.

Menurut Yunan Nasution, untuk menyelesaikan persoalan ini, para muasrikh mencatat, telah terjadi pertemuan antara pemuka-pemuka Muhajirin dan Ansar di Saqirah Bani Sa’adah. Karena tidak adanya petunjuk yang jelas dalam al-Qur’an tentang siapa pengganti Nabi sebagai kepala negara Madinah tersebut, nyaris pertemuan itu menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.

No More Posts Available.

No more pages to load.