Presiden Biden Pantau Aksi Protes di China

oleh -80 views
Para pengunjuk rasa memegang kertas kosong dan meneriakkan slogan-slogan saat mereka berbaris sebagai protes di Beijing, Ahad, 27 November 2022. Para pengunjuk rasa yang marah dengan langkah-langkah anti-virus yang ketat menyerukan agar pemimpin kuat China itu mengundurkan diri, teguran yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai otoritas di setidaknya delapan kota berjuang untuk menekan demonstrasi hari Minggu yang mewakili tantangan langsung yang jarang terjadi pada Partai Komunis yang berkuasa.

Porostimur.com, Washington – Gedung Putih pada Senin (28/11/2022) mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memantau aksi protes yang sedang berlangsung di China. Aksi protes ini dipicu oleh kemarahan publik atas kebijakan nol Covid-19 yang dicanangkan pemerintah, sehingga menyebabkan penguncian ketat berkepanjangan.

“Biden mengikuti apa yang terjadi. Dia memantau ini. Kita semua (memantaunya). Presiden tentunya tetap mewaspadai aktivitas protes. Para pengunjuk rasa ini berbicara untuk diri mereka sendiri. Apa yang kami lakukan adalah memperjelas bahwa kami mendukung hak protes damai,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby, dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (29/11/2022).

Protes terhadap kebijakan “Zero Covid-19” di China dimulai pada Sabtu (26/11) di beberapa kota di seluruh negeri, termasuk di Shanghai. Polisi menggunakan semprotan merica untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa yang berkumpul di Middle Urumqi Road pada tengah malam.

Baca Juga  Tinjau Bakti Sosial IDI di Hitulama, Gubernur Maluku Apresiasi Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Warga

South China Morning Post melaporkan, para pengunjuk rasa membawa bunga, lilin, dan tanda bertuliskan “Urumqi, 24 November, mereka yang meninggal beristirahat dengan damai”. Protes ini untuk mengenang mereka yang terbunuh dalam insiden kebakaran di Ibu Kota Xinjiang, Urumqi.