Porostimur.com, Ternate – Wilayah Maluku Utara memiliki banyak jejak peninggalan sejarah. Salah satu peninggalan sejarah di Maluku Utara yang masih bertahan adalah Keraton Kesultanan Ternate.
Berikut uraian tentang Keraton Kesultanan Ternate, dikutip dari buku Jejak Peninggalan Sejarah Purbakala di Kepulauan Maluku, terbitan Balai Pelestarian Cagar Budaya Ternate, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2009):
Kesultanan Ternate merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara. Menurut naskah kuno, Kesultanan Ternate didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada tahun 1257.
Sekitar abad ke-13 hingga abad ke-17, Kesultanan Ternate memiliki peranan penting di wilayah timur Nusantara, sebagai salah satu titik penting perdagangan internasional pada masa itu.
Kesultanan Ternate ini masih eksis hingga kini, di mana Keraton Kesultanan Ternate masih berdiri kokoh di tengah Kota Ternate, tepatnya di Kecamatan Ternate Tengah, Kelurahan Salero, pada titik koordinat geografis (Zona UTM 52 N) x: 0320214; dan y: 0088500.
Sedangkan Masjid Kesultanan Ternate berada kurang lebih 100 m ke arah selatan dari keraton.
Cengkih dan Pala merupakan komiditi perdagangan Kesultanan Ternate yang mampu membuat salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara ini, termashyur namanya hingga ke belahan dunia Eropa sana.




