Porostimur.com, Tiakur – Realisasi investasi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) baik berupa Penanaman Modal Asing (PMA) maupun investasi Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN) hingga akhir tahun 2022 meningkat hingga mencapai Rp 958 milyar atau 684, 35 persen dari target Provinsi Maluku.
Atas capain tersebut, Kabupaten MBD berhasil meraih peringkat pertama investasi tertinggi di Maluku pada tahun 2022. Disusul Kota Ambon di peringkat kedua, Maluku Tengah di urutan ketiga, Kabupaten Buru di urutan keempat dan Kepulauan Aru di urutan kelima.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten MBD Macaria Louhenapessy, S.Sos mengatakan, target investasi untuk Kabupaten MBD tahun 2022 sebesar Rp. 140 milyar, namun mengalami peningkatan hingga melebihi semua kabupaten/kota yang ada di Provinsi Maluku
“Dari target 140 milyar di tahun 2022, realisasi investasi meningkat sebesar 684,35% atau Rp. 958.092.160.878. PMDN sebesar Rp. 32.792.741.631 dan PMA sebesar Rp. 925.299.419.631,” ujar Louhenapessy melalui keterangnnnya, Kamis (9/3/2023).
Menurut Macaria, realisasi investasi sebesar itu bersumber dari pelaksanaan proyek pemerintah dan pelaku usaha serta penanaman modal asing, baik PT. Batuatua Tembaga Raya, PT. Batutua Kharisma Permai maupun PT. Gemala Borneo Utama.









