Selembar Daun Yang Jatuh

oleh -663 views

Cerpen Karya: Firzalutfi

Perlahan kutatap kembali bingkai photo kecil itu. Ah, sudah lama sekali kenangan itu membekas dalam hati tanpa bisa hilang dalam ingatan. Sebuah photo sederhana tentang seorang lelaki berpeci susun mengenakan kemeja putih bersarung biru tengah merangkul kawannya yang berpakaian senada dengan sarung hijau wadimor. berlatar masjid kudus yang terlihat antik. Seingatku gambar ini diambil saat tour ziaroh wali songo dulu.

“abah…” suara lembut putriku membuyarkan lamunan panjangku. Dia meletakan segelas kopi panas didekat meja yang biasa kupakai untuk mutholaah kitab.
“silakan diminum bah, nanti keburu dingin. sebentar lagi kan bah ngajar di madrasah…”
Aku tersenyum mengangguk.
“terima kasih nduk…” Kuseruput kopi hitam itu. nikmat sekali. bahkan seketika otakku kembali fresh.

Baca Juga  The Economist Soroti Pemerintahan Prabowo, Singgung Risiko Ekonomi dan Demokrasi Indonesia

“abah sedang lihat apa?” tanya putriku. Aku menghela napas Panjang lantas tersenyum penuh arti.
“Tidak ada nduk, hanya mengingat kisah lama. Kapan-kapan abah pasti cerita.”
Kuusap lembut ubun-ubun putri semata wayangku lalu bergegas menuju madrasah. Ada pengajian kitab yang harus aku isi pagi ini.

15 tahun yang lalu.
“namaku Fadli dari bogor, salam kenal…”
Sebuah tangan terjulur padaku saat aku merenung ditepi jendela sambil menatap hamparan hijau pesawahan yang mengelilingi kompleks pesantren minhajut tholibin, majalengka. Kujabat tangannya dengan lembut memperkenalkan diri.
“evan dari Cirebon” jawabku singkat

No More Posts Available.

No more pages to load.