Benarkah Ada Taliban di KPK?

oleh -123 views

Penulis: Made Supriatma, Peneliti masalah sosial dan politik.

Radikal dan Taliban: Sebenarnya taktik-taktik ini sudah dipakai pada saat Pilpres kemarin. Waktu itu pihak kampanyenye Jokowi menakut-nakuti bahwa kalau memilih lawannya maka Indonesia akan dikuasai oleh Islam radikal.

Sementara kubu lawannya juga tidak segan-segan memakai mantel yang dituduhkan. Tanpa tedeng aling-aling kubu Prabowo mengenakan baju Islam. Dia tahu persis bahwa Jokowi bisa dikalahkan dengan memakai isu Islam.

Kampanye ini sangat efektif. Untuk kedua belah pihak. Pihak minoritas ketakutan seperti orang berak dicelana. Pastur-pastur Katolik tanpa tahu malu mengkotbahkan kehancuran umat Katolik kalau memilih Prabowo. Pendeta-pendeta Protestan idem ditto. Di Bali isu identitas Hindu diteriakkan sedemikian rupa.

Suara kaum minoritas 90% lari ke Jokowi. Demikian pula dengan Prabowo. Dia sangat efektif memainkan isu identitas ini. Islam akan jaya dibawah kepresidenannya. Dukungan kaum Islam konservatif kepada Prabowo hampir sama seperti dukungan Kristen fundamentalis di Amerika terhadap Trump.

Baca Juga  Wabup Malra Hadiri Rapat Komite INOVASI, Soroti Tantangan Pendidikan Kepulauan

Saya perlu mengingatkan ini kembali karena kampanye model ini dipakai kembali. Terutama oleh pihak yang menang pemilu. Terutama untuk meloloskan agenda mereka yang dulunya mereka sembunyikan dari pemilih.