BNPB Estimasi 3.000 Warga Dievakuasi Akibat Erupsi Gunung Ibu

oleh -255 views
Petugas membantu warga menaiki truk saat dievakuasi di Desa Sangaji Nyeku, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (15/1/2025). Sebanyak 157 warga yang tinggal di sekitar zona merah Gunung Ibu itu dievakuasi ke tempat lebih aman oleh BPBD Halmahera Barat, TNI dan Polri pascapeningkatan status Gunung Ibu dari Siaga Level III menjadi Awas Level IV

Porostimur.com, Jailolo – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengestimasikan ada lebih dari 3.000 jiwa warga di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara yang perlu dievakuasi agar terhindar dari potensi bahaya lontaran material vulkanis dari erupsi Gunung Ibu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis (16/1/2025 dinihari WIT, mengatakan bahwa jumlah warga yang diestimasikan tersebut didapatkan berdasarkan pengalaman evakuasi dalam penanganan tanggap darurat saat Gunung Ibu erupsi pada bulan Mei 2024.

BNPB memetakan berdasarkan data jumlah penduduk pada kawasan rawan bencana Gunung Ibu diketahui warga yang masuk dalam sasaran rencana evakuasi tersebut berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Ibu Utara, seperti Desa Sangaji Nyeku, dan Tokuoku yang berada dalam radius jangkauan erupsi Gunung Ibu.

Baca Juga  AS, Israel, dan Lebanon Teken Kerangka Perjanjian Damai, Rubio: Ini Baru Awal

“Prinsipnya semua koordinasi lapangan di Halmahera Barat sudah terbangun dan sudah cukup baik tinggal menggerakkannya saja,” kata dia.

Dia menambahkan bahwa tim BNPB akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat beserta instansi terkait seperti TNI, Polri, Basarnas hingga Tagana di daerah setempat seputar rencana pelaksanaan evakuasi yang akan mengacu pada rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

No More Posts Available.

No more pages to load.