Oleh: Tarmidzi Yusuf, Kolumnis
Partai Golkar kembali memanas. Bahlil Lahadalia bakal dilengserkan. Isunya loyalis Jokowi ini akan ‘dimunaslubkan’ akhir tahun 2025 setelah atau sebelum reshuffle kabinet.
Kabarnya sudah ada restu istana pergantian Ketua Umum Partai Golkar. Beberapa faksi di Partai Golkar juga dikabarkan telah bersiap-siap. Bahlil lengser. Bursa calon ketua umum baru muncul nama Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang. Sejauh ini belum ada nama lain yang muncul ke permukaan.
Selain nama Nusron Wahid yang disebut-sebut media juga muncul di bursa colon ketua umum kader muda Partai Golkar yang juga menterinya Prabowo, Meutya Hafid.
Meuty Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital disebut-sebut lebih berpeluang dibandingkan Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang meski nama Meutya Hafid belum muncul ke permukaan.
Rekam jejak Nusron Wahid di masa lalu, terutama di Pilpres 2014 membelot dari Partai Golkar dengan mendukung duet Jokowi-JK. Nusron Wahid sempat dipecat dari Partai Golkar. Saat Pilpres 2014 Partai Golkar mendukung Prabowo-Hatta.
Pasca Pilpres 2014 meski sempat dicoret namanya oleh Partai Golkar sebagai anggota DPR hasil Pemilu 2014 nama Nusron Wahid tetap berkibar. Keanggotannya di Partai Golkar dipulihkan oleh Agung Laksono yang berhasil merebut Ketua Umum Partai Golkar dari Aburizal Bakrie.









