Porostimur.com, Bula – Sebuah peristiwa dramatis menimpa dua pasien ibu hamil asal Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Dalam kondisi gawat darurat, keduanya harus dirujuk ke RSUD Bula setelah mengalami komplikasi kehamilan. Namun perjalanan evakuasi menuju rumah sakit penuh dengan rintangan yang menguji nyawa.
Awalnya, kedua pasien sempat mendapat perawatan di RSUD Pratama Gorom. Namun karena kondisi yang semakin kritis, satu pasien menunjukkan tanda-tanda persalinan namun tidak dapat melahirkan secara normal, sementara pasien lainnya mengalami kehamilan di luar kandungan, dokter memutuskan merujuk mereka ke RSUD Bula untuk penanganan lebih lanjut.
Gelombang Tinggi hingga Jembatan Putus
Evakuasi dilakukan dengan speed boat menyeberangi perairan menuju daratan. Namun di tengah perjalanan, speed boat harus bersandar darurat di Desa Nama, Kecamatan Siritaun Wida Timur, setelah dihantam gelombang besar.
Dari sana, pasien dipindahkan ke ambulans Puskesmas Nama untuk melanjutkan perjalanan menuju Bula.
Namun, di Desa Kian, Kecamatan Kiandarat, tragedi kembali menghadang. Ambulans tidak bisa melintas karena Jembatan Wai Kian merupakan satu-satunya akses penghubung, masih terputus akibat banjir bandang yang terjadi pada 16 Agustus lalu.









