Dugaan Operasi Kambing Hitam TNI dan ‘Kudeta Merangkak’ yang Gagal

oleh -187 views
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

Oleh: Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

Dugaan ada operasi kambing hitam pasca kerusuhan Agustus kelabu. TNI kambing hitamnya. Intel BAIS (Badan Intelijen Strategis) milik TNI sasaran tembaknya. Intel tentara yang ditangkap polisi dijadikan opini menyerang TNI terlibat di kerusuhan meski TNI membantah.

Semua tahu pemicu membesarnya unjuk rasa 25 sampai 31 Agustus 2025 menjadi kerusuhan Agustus kelabu. Salah satunya karena pengemudi ojek online Affan Kurniawan tewas dilindas oleh kendaraan lapis baja milik Brimob. Tidak sedikit pengamat menyebut sebagai provokasi.

Ditengarai ada provokator dan perusuh. Penulis menyebutnya massa “binaan” yang diduga “peliharaan” tertentu. Memprovokasi massa unjuk rasa untuk bertindak anarkis dan melakukan penjarahan. Affan Kurniawan menjadi korban provokasi yang memicu ledakan emosi massa.

Benar saja. Unjuk rasa Agustus kelabu membesar dan meluas. Konon, diduga massa “binaan” disebar hingga ke kota-kota besar di Indonesia. Bukan hanya Affan Kurniawan yang tewas. Ada 10 orang lainnya yang menjadi korban tewas akibat represifnya aparat keamanan. 20 orang hilang. Ratusan terluka.

Baca Juga  Bumi Halmahera: Dari Mata Air di Hulu ke Airmata di Hilir

Kerusuhan dan penjarahan terjadi dimana-mana. Mengingatkan kita peristiwa tahun 1998. Polanya sama. Dulu Tim Mawar menjadi kambing hitam. Prabowo sasarannya. Jenderal yang bermain dalam kerusuhan 1998 sudah sering publik sebut. Sekarang jenderal yang dimaksud wara-wiri bertemu Prabowo di Istana.

No More Posts Available.

No more pages to load.