Porostimur.com, Ambon — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mencatat kenaikan signifikan ekspor komoditas perikanan olahan sebesar 27,21 persen sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut menunjukkan tren positif sektor perikanan Maluku di pasar internasional.
Kepala BKHIT Maluku Abdur Rohman, mengatakan total volume ekspor komoditas perikanan non hidup pada 2025 mencapai 10.234.061 kilogram, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 8.045.316 kilogram.
“Ini menunjukkan tren pertumbuhan ekspor perikanan Maluku yang sangat positif,” ujar Abdur Rohman di Ambon, dikutip, Selasa (30/12/2025).
Nilai Ekspor Tembus 54,30 Juta Dolar AS
Ia menjelaskan, peningkatan volume ekspor tersebut sejalan dengan kenaikan nilai ekonomi dan perluasan pasar internasional. Sepanjang 2025, nilai ekspor perikanan Maluku tercatat mencapai 54,30 juta dolar Amerika Serikat, meningkat dari 44,79 juta dolar AS pada 2024.
Menurutnya, sektor perikanan masih menjadi kontributor utama ekspor Maluku, khususnya komoditas non hidup yang menunjukkan performa paling dominan.
Udang Vanamei Dominasi Ekspor Non Hidup
Untuk komoditas perikanan non hidup, udang vanamei menjadi produk unggulan dengan volume ekspor mencapai 9.028.379 kilogram atau sekitar 88,2 persen dari total ekspor non hidup.









