Dari “Jangan Jadi Antek Asing” ke Direktur Asing Holding Negara

oleh -13 views
Ansori

Oleh: M. Isa Ansori, Kolumnis dan Pengajar Psikologi Komunikasi

Tulisan ini ditulis atas dasar kegelisahan akan kecintaan terhadap sikap nasionalisme yang dikumandangkan Presiden. ” Nasionalisme negara”, ” Kedaulatan ekonomi “, dan ” Jangan jadi antek antek asing “.

Namun sayangnya, dalam prakteknya , Dalam hal penunjukkan Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia ( DSI ), Prabowo justru membangun ironi yang sulit diabaikan dalam pengangkatan warga negara asing sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Di tengah pidato-pidato yang lantang tentang kedaulatan nasional, tentang pentingnya berdiri di atas kaki sendiri, tentang tekad agar Indonesia tidak menjadi “antek asing”, justru holding strategis milik negara dipercayakan kepada figur asing.
Ironi itu bukan semata soal siapa Luke Thomas Mahony sebagai individu. Persoalannya jauh lebih besar: tentang konsistensi arah nasionalisme ekonomi Indonesia.

Selama bertahun-tahun, pidato politik dipenuhi semangat anti ketergantungan. Rakyat diyakinkan bahwa Indonesia terlalu lama dijadikan pasar, terlalu lama sumber daya alamnya dikeruk asing, terlalu lama elit nasional menjadi perpanjangan tangan kepentingan global. Dalam narasi itu, nasionalisme bukan hanya jargon, tetapi janji politik untuk mengembalikan martabat bangsa.

No More Posts Available.

No more pages to load.