Perang Iran Memasuki Bulan Keenam, Trump Terjebak Pilihan Sulit di Selat Hormuz

oleh -19 views
Presiden AS Donald Trump dinilai sedang mengalami dilema dalam perangnya melawan Iran. Foto/The White House

Porostimur.com, Washington – Perang Amerika Serikat melawan Iran memasuki bulan keenam. Namun, alih-alih menemukan jalan keluar, Presiden Donald Trump justru menghadapi pilihan yang semakin sulit: menerima kompromi diplomatik yang memberi Iran ruang lebih besar di Selat Hormuz atau kembali meningkatkan eskalasi militer dengan risiko menyeret AS ke dalam konflik yang lebih panjang.

Situasi itu memperlihatkan betapa sulitnya Trump mengakhiri perang yang sejak awal diklaimnya hanya akan berlangsung beberapa pekan.

Kini, Trump berada di persimpangan antara kesepakatan sementara yang sedang dinegosiasikan Iran dan Oman atau melanjutkan ancaman serangan militer terhadap Teheran.

Pilihan pertama berpotensi menjadi konsesi besar bagi Iran. Kesepakatan tersebut disebut-sebut dapat memberikan Teheran tingkat kendali tertentu terhadap kapal yang memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang selama ini menjadi titik krusial dalam konflik.

Sementara pilihan kedua berupa gelombang serangan udara baru juga tidak bebas risiko. Selain berpotensi memperpanjang konflik, eskalasi tersebut dapat membawa beban politik bagi Trump menjelang pemilu sela Amerika Serikat pada November.

Baca Juga  Pakta Pertahanan Saudi-Turki-Pakistan Dinilai Sinyal Melemahnya Kepercayaan pada AS

“Semua pilihan yang ada sama-sama buruk. Namun Trump mungkin mulai menyadari bahwa dia tidak bisa membiarkan perang ini berlangsung tanpa batas. Harus ada sesuatu yang berubah, dan itu mungkin berarti mengakui realitas baru mengenai peran Iran di Selat Hormuz,” kata Aaron David Miller, mantan negosiator Timur Tengah yang pernah bertugas di pemerintahan Demokrat maupun Republik.

No More Posts Available.

No more pages to load.