Porostimur.com, Teheran — Enam bulan perang belum membawa Amerika Serikat (AS) dan Iran lebih dekat pada perdamaian. Sebaliknya, baku tembak yang kembali pecah setelah lebih dari sebulan relatif tenang kini membuka kemungkinan eskalasi baru di kawasan Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump bersama para pembantu seniornya disebut tengah mempertimbangkan operasi militer lanjutan terhadap Iran. Rencana tersebut disiapkan untuk mencegah Teheran menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Rencana itu muncul beberapa jam setelah Trump mengancam akan memberikan pukulan keras kepada Iran sebagai balasan atas serangan terhadap sasaran militer AS di kawasan.
Menurut laporan Axios yang dikutip News Arab, rencana operasi tersebut disusun oleh US Central Command (Centcom) dan mendapat dukungan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Namun, Washington disebut tidak sedang mempertimbangkan perang skala penuh.
Operasi yang dirancang justru berupa serangkaian serangan terbatas dengan sasaran lokasi peluncur rudal dan radar Iran.
Seorang pejabat menggambarkan konsep operasi tersebut sebagai “memotong rumput”, istilah yang sebelumnya populer di kalangan pejabat militer Israel untuk menggambarkan serangan berkala terhadap kelompok bersenjata di Gaza.









