Banteng Vs Celeng

oleh -422 views

Oleh: Dhimam Abror Djuraid, Kolumnis tinggal di Kota Surabaya.

Sapi liar disebut banteng, babi liar dinamakan celeng. Sapi yang dipelihara dan diternakkan lebih jinak, sementara banteng lebih bebas dan trengginas karena hidup di alam bebas.

Babi yang dipelihara dan diternakkan biasanya disembelih untuk konsumsi manusia, dan celeng yang hidup di alam bebas harus diburu dan dikejar untuk bisa ditangkap karena lebih gesit dan kencang.

Pendukung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan identik dengan sebutan banteng. Atribusi ini dianggap lebih gagah dan berkonotasi perlawanan, karena banteng adalah hewan bebas yang tidak mudah ditundukkan dan dijinakkan.

Gambar banteng identik dengan PDIP. Banteng sudah menjadi identitas dan trade mark partai itu.

Setiap kali orang melihat gambar banteng asosiasinya langsung menyambung dengan PDIP. Itu kalau mereka berbicara mengenai politik.

Baca Juga  Blokade yang Datang Terlambat

Namun, kalau berbicara mengenai minuman suplemen, gambar banteng identik dengan produk minuman suplemen, yang biasanya diminum konsumen kalangan menengah ke bawah.

Sebutan banteng disandang dengan gagah dan bangga oleh kader PDIP. Meski konotasinya liar dan suka ‘serudak seruduk’, tetapi banteng dianggap sebagai simbol perlawanan.

Logo banteng sudah melekat dengan partai nasionalis sejak masa awal kemerdekaan,. Ketika itu Ir. Sukarno mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) dengan logo kepala banteng dalam bingkai segitiga. Partai ini langsung menjadi pemenang pemilu 1955 bersama partai Islam, Masyumi.

No More Posts Available.

No more pages to load.