Abu Jatuh, Suara Berhamburan

oleh -4 Dilihat

Bencana, dengan demikian, lebih tepat dipahami sebagai rangkaian daripada sebagai satu kejadian tunggal. Gunung meletus hanyalah awal dari sebuah proses panjang yang kemudian berinteraksi dengan kehidupan manusia, lingkungan, ekonomi, teknologi, dan kesehatan masyarakat.

**

Pada erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026, BMKG mengidentifikasi sebaran abu yang mencakup Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh warga, tapi juga oleh sistem penerbangan.

Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Budiarto sempat mengalami penutupan sementara demi keselamatan penerbangan. Ribuan penerbangan terdampak oleh gangguan yang berkaitan dengan sebaran abu vulkanik.

Mengapa material yang bagi manusia tampak seperti debu dapat begitu berbahaya bagi pesawat? Rupanya, di dalam mesin jet, partikel abu yang masuk ke bagian mesin dapat meleleh pada temperatur tinggi dan kemudian mengendap pada komponen mesin.

Baca Juga  Tanah Adat Terus Dirampas, Vigel Faubun: Di Mana Majelis Latu Pati Maluku?

Endapan tersebut dapat mengganggu aliran udara dan kinerja mesin. Karena itu, awan abu vulkanik merupakan salah satu bahaya serius bagi penerbangan.

Di sini terdapat kontras yang menarik. Teknologi penerbangan modern mampu membawa manusia ribuan kilometer dalam beberapa jam, tapi tetap harus memberi jalan kepada partikel batuan yang ukurannya bahkan lebih kecil dari butiran pasir.

No More Posts Available.

No more pages to load.