Menurut Adian, rakyat saat ini mempertanyakan kelangkaan dan mahalnya minyak goreng, bahan bakar minyak naik, gas elpiji juga naik.
Masyarakat juga mempertanyakan mengapa pandemi tak kunjung berhenti, membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, meningkatnya kriminalitas, banyaknya anak putus sekolah dan lain-lain.
“Saya kira sebagai bagian dari komunitas dunia, berbagai ancaman perang dari berbagai sebab juga penting untuk dipikirkan. Nah, dari situasi yang ada, bukankah para menteri dan partai koalisi seharusnya fokus menyelesaikan masalah,” katanya.
Aktivis’98 ini mengingatkan para menteri dan petinggi partai, bahwa mencari solusi jauh lebih penting daripada sibuk melempar wacana yang tidak terkait dengan tupoksi jabatan dan keinginan partai yang tak melulu soal mengejar jabatan.
“Dari perdebatan soal wacana perpanjangan masa jabatan presiden ini, kadang sering miris tepfikir, apa iya perpanjangan masa jabatan presiden lebih penting daripada menyelamatkan Rakyat,” katanya.
Lantas bagaimana sikap presiden terkait isu perpanjangan masa jabatan yang ada? Sekjen Persatuan Nasional Aktivis 98 ini memaparkan hal yang dia ketahui.
“Tiga bulan lalu, 23 Desember 2021 dalam sebuah pertemuan kecil, presiden sama sekali tidak bicara tentang mengubah konstitusi apakah itu menjadi tiga periode atau perpanjangan masa jabatan.”










