“Jadi, beginilah caranya kita melayani investor dari China itu. ‘Hei investor dari China datang ke Indonesia tak kasih emas kalian. Kalau pabrik kalian di China kalian bayar US$ 79, di Indonesia paling tinggi US$ 38’. Karena nanti bayarnya paling US$ 25 atau US$ 30. Ini harga gross karena trader ada, ongkos angkut ada, macam-macam gitu ya, pinalti segala macam, dapatnya bersihnya paling tinggi US$ 30,” tambahnya.
(red/detikcom)




