Korban dituding membuat berita tanpa konfirmasi ke TNI-AL, padahal korban mengaku telah melakukan konfirmasi dan memiliki rekaman suara wawancaranya dengan salah satu dari tiga pelaku TNI-AL tersebut.
Alhasil, meskipun sudah menyebutkan telah melakukan konfirmasi berita, korban terus dianiaya dengan pukulan kepala tangan kosong, sampai dengan menggunakan sepatu lars, dan selang karet.
Korban sempat ditodong dengan pistol setelah sebelumnya digertak dengan satu kali tembakan peringatan dari pistol salah satu pelaku.
“Dia (pelaku) bilang kalau kamu konfirmasi yah, jangan kasih naik berita, kecuali kamu (korban) bilang kamu wawancara, nah itu baru bisa kasih naik berita,” kata Sukandi, sembari menirukan pernyataan salah satu pelaku.
Sukandi mengaku, ia tidak memiliki masalah lain dengan ketiga pelaku ini. Dirinya hanya membuat berita dengan judul, “Puluhan Ribu KL BBM Diduga Milik Ditpolairud Polda Malut Ditahan AL di Halsel, Kepala KSOP II Ternate Diduga Terlibat,”.
Berita tersebut, lalu dimuat ke media sidikkasus.co.id edisi tanggal 26 Maret 2024 ini, kata Sukandi, dibuatnya setelah mendalami informasi penangkapan kapal mengangkut BBM jenis dexlite diduga milik Ditpolairud Polda Maluku Utara di perairan laut Bacan Timur, Halmahera Selatan.











