“Kalau ada yang masih ribut-ribut soal ego perguruan, maka saya juga harus menyatakan sikap saya, lebih baik saya mundur. Biar saja saya urus rakyat kota,” papar Agus.
“Forki Ambon harus profesional. Kalau ada atlet karate yang bagus, maka itu yang harus diprioritaskan. Jangan karena ego perguruan, lalu harus paksakan yang tidak bagus sebagai tanggungjawab di perguruan, pada akhirnya nanti dikucilkan dan ribut. Saya tidak mau seperti itu,” tandasnya. (Nicolas)





