Aksi Kamisan

oleh -2 Dilihat

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura

Sementara saudara-saudara saya umat Katolik dengan suka cita mengikuti misa bersama Paus Fransiskus di GBK, saya mengikuti sesuatu yang untuk saya pribadi lebih reflektif dan spiritual. Saya ikut Aksi Kamisan ke 830. Artinya, aksi yang digelar setiap hari Kamis di depan istana negara ini sudah berlangsung 830 kali!

Pada Aksi Kamisan kali ini, kami juga memperingati 20 tahun terbunuhnya Munir, seorang pejuang hak-hak asasi manusia yang diracun dalam perjalanannya belajar ke Belanda.

Saya berdiri di depan. Berpayung hitam, serta berkaos hitam pemberian kawan-kawan dari KontraS. Dari jauh saya melihat Ibu Maria Katarina Sumarsih, seorang ibu yang anaknya ditembak dengan peluru tajam saat terjadi demonstrasi pada November 1998. Ibu Sumarsih, begitu dia dikenal, sudah menjadi wajah dari Aksi Kamisan ini. Dia mungkin yang paling setia menghadiri aksi ini. Setiap hari Kamis.

Saya tidak sempat menyapa Ibu Sumarsih. Saya sibuk dengan diri saya sendiri. Saya mencoba menghirup momen di hadapan saya.

Baca Juga  Trump Luncurkan “Perang Ekonomi” terhadap Iran, Negara yang Membantu Teheran Diancam Sanksi Berat

Di seberang jalan, ada gedung peninggalan kolonial. Di sana setiap penguasa di bumi yang kemudian bernama Indonesia ini berdiam.

No More Posts Available.

No more pages to load.