Menu MBG di Dobo Diduga Gunakan Ikan Kembung Tak Layak Konsumsi, Orang Tua Minta Dapur Dievaluasi

oleh -1 Dilihat
Temuan tersebut terjadi pada menu MBG yang dibagikan Dapur II pelaksana program di Dusun Belakang Wamar, Desa Durjela, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, yang melayani siswa SD Negeri 6 Dobo, Jumat (21/8/2026).

Porostimur.com, Dobo – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Aru kembali mendapat sorotan. Bukan karena menu yang kurang bergizi, melainkan dugaan penggunaan ikan yang setelah dicicipi menimbulkan rasa gatal dan panas di mulut.

Temuan tersebut terjadi pada menu MBG yang dibagikan Dapur II pelaksana program di Dusun Belakang Wamar, Desa Durjela, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, yang melayani siswa SD Negeri 6 Dobo, Jumat (21/8/2026).

Keluhan itu diketahui setelah seorang siswa membawa pulang sisa makanan MBG. Anak tersebut disebut tidak menghabiskan lauk ikan karena setelah mencicipinya merasakan sensasi tidak wajar berupa gatal di dalam mulut.

Karena khawatir, siswa tersebut memilih berhenti makan dan membawa sisa makanan pulang.

Orang tua yang menerima sisa makanan itu kemudian ikut mencicipi ikan yang disajikan. Mereka mengaku merasakan hal serupa, yakni rasa gatal hingga panas pada bagian bibir.

Baca Juga  HUT ke-81 RI, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Transformasi Layanan untuk Percepat Pelayanan Publik

Ikan yang digunakan disebut merupakan ikan kembung, yang oleh masyarakat Kepulauan Aru dikenal sebagai ikan lema.

Yang membuat persoalan ini semakin serius, kondisi serupa disebut terjadi pada dua kali penyajian, baik sesi pagi–siang maupun siang–sore, dengan jenis dan kondisi ikan yang sama.

No More Posts Available.

No more pages to load.