Aku Bukan Kamu dan Dua Puisi Lain Firman Wally

oleh -20 views

AKU PERIHAL DAUN-DAUN

Perihal daun daun yang dibawa arus
singgihan tepian
kemudian ditarik lagi berlayar
menyusuri samudra
menyinggahi muara
yang katanya tempat itu lebih manis dari madu
dan tak lagi sepahit empedu

Tahoku, 23 September 2022

===========

AKU BUKAN KAMU

Sudahkah kau membaca habis halaman pikiranku?
sudikah kau menerima setiap ejaan
yang kau lafazkan mengikuti setiap embusan nafasmu?

Sebelum kau berkata
aku serupa lebah yang tak menghasilkan madu
Yang ingin kutanyakan padamu
bahasa terindah apa yang sudah
kau muntahkan menjadi obat untuk segala umat?

Tanyakan pada dirimu
sebab aku bukan kamu
se-iya se-kata

Tahoku, 23 September 2022

=========

INI BUKAN KALI PERTAMA

Ini bukan lagi kali pertama
kutulis puisi yang melukiskan
cantiknya senyumanmu
di setiap tinta pena yang jatuh

Sudah berulangkali
sebagaimana cinta itu berpulang
sedikit saja sentuhan belaianmu
menghilang aku akan mencarimu
sebagaimana punguk merindukan rembulan

Ini bukan kali pertama
dan tak ingin lagi ada yang hilang berkali-kali
sebagaimana pelaut yang disembunyikan
ombak dilautan lepas– timbul tenggelam
mengelus dada saat musim dapat berdamai dengan keadaan

Tahoku, 23 September 2022

========

Firman Wally, Anak dari bapak Dula Wally dan ibu Aisa Tomia. Kelahiran Tahoku, 03 April 1995. Penulis tiga buku puisi “Lelaki Leihitu” “Kutemukan Penyesalan di Setiap Kehilangan” dan “Menghibur Luka”. Namanya sudah tergabung di berbagai antologi bersama karya penyair nasional hingga internasional, kurang lebih 60 antologi.

No More Posts Available.

No more pages to load.