Angka dari 0 sampai 9
Karya Al-Khawarizmi membahas aspek penting kehidupan setiap manusia pada saat itu: membuat perhitungan berdasarkan angka Romawi sangatlah melelahkan. Bayangkan harus menghitung CXXIII dengan XI.
Berdasarkan kalkulus Hindu, ahli matematika tersebut menghidupkan kembali ide revolusioner untuk merepresentasikan angka apa pun hanya dengan 10 simbol sederhana.
Idenya adalah untuk menggunakannya dari 1 sampai 9, selain simbol 0 untuk mewakili semua angka dari 1 sampai tak terhingga, menurut apa yang telah dikembangkan oleh ahli matematika Hindu, sekitar abad ke-6. 10 angka ini, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9, masih digunakan oleh kebanyakan orang di seluruh dunia saat ini.
Berkat Leonardo Fibonacci
Dianggap sebagai bapak aljabar, karyanya menyebar dengan cepat, berkat Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia yang membimbing dan mendorong orang Eropa dalam mengadopsi angka Indo-Arab.
Nama Al-Khwarizmi juga muncul dalam buku “ Liber Abaci ” (“Buku perhitungan”), oleh Fibonacci, diterbitkan pada tahun 1202. Dalam karya ini, disebutkan teks “ Modum algebre et almuchabale ”, yang mengutip Al -Khwarizmi.
Menurut laman Futura Sciences, dalam posting ini, penulis menunjukkan dia menemukan bahwa orang membutuhkan tiga jenis angka:









