“Kuncinya ada pada promosi yang adaptif, kerjasama lintas sektor, dan keberanian mengambil peluang dari pergeseran pasar wisata global,” kata politisi muda PKS ini.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat, daerah, serta pelaku industri menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu menangkap peluang kunjungan wisatawan dari negara-negara yang terdampak pembatasan perjalanan ke Eropa atau Timur Tengah.
“Kita harus bergerak cepat, inovatif, dan selalu satu langkah di depan. Pariwisata bukan sekadar soal jumlah kunjungan, tapi juga soal menciptakan rasa aman, kenyamanan, serta dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” pungkas Alqassam. (Leonard Manuputty)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









