Dalam kerangka proteksi masyarakat lanjut dia, pihaknya ke depan akan secara intens mendampingi masyarakat agar tidak menjadi pihak yang dikorobankan karena kehadiran industri ekstraktif di wilayahnya. Dia memastikan akan secara aktif memantau setiap aktivitas pertambangan yang dianggap merugikan dan mengorbankan masyarakat.
“Kami prihatin dengan situasi ini dan akan mengambil langkah mengadvokasi kepentingan masyarakat sehingga mereka betul menjadi pusat dari seluruh pembangunan yang ada, bukan justru pihak yang dieksklusikan atau disingkirkan. Termasuk kami akan memperjuangkan kembali marwah daerah ini sebagai daerah penghasil rempah dan hasil laut yang luar biasa serta tentunya keberlanjutan lingkungan hidup untuk anak cucu ke depan,” pungkas Albert. (red/mi)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News




