Albert Hama: Tambang di Maluku Utara Bom Waktu Bencana Kemanusiaan

oleh -1 Dilihat

Namun ironisnya masyarakat di lokasi konsesi tambang-tambang ini masih terjerat kemiskinan. ”Kabupaten-kabupaten ini kaya tetapi menyimpan kemiskinan paling besar juga. Ini artinya apa?” tukasnya.

Albert bilang, berdasarkan data BPS, hingga awal 2023, tingkat kemiskinan di Halmahera Timur tercatat 13,14 persen, sementara Halmahera Tengah 12 persen. Angka ini jauh di atas rata-rata kemiskinan tingkat provinsi sebesar 6,46 persen. 

Tercatat Penduduk miskin di Maluku Utara pada Maret 2023 tercatat 6,46 persen, naik 0,09 persen poin dibandingkan September 2022 dan naik 0,23 persen poin dibandingkan Maret 2022. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 tercatat 83.800 orang, bertambah 1.660 orang dibandingkan September 2022 dan naik 3.930 orang dibandingkan Maret 2022.

Baca Juga  BPKP Maluku Utara Evaluasi Penanganan Bencana di Halsel, Pengelolaan Dana BTT Jadi Sorotan

Hal ini makin diperparah karena  Data BPS 2023 menyebutkan, Indeks Kedalaman Kemiskinan Maluku Utara tercatat 1,083 atau naik dibandingkan Maret 2022 yang tercatat 0,912. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan naik dari 0,199 (Maret 2022) menjadi 0,230 (Maret 2023).

“Ini sangat serius dan ekstrem. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana nasib masyarakat Maluku Utara ke depan. Jangan sampai ini menyimpan bom waktu dan sewaktu-waktu bisa meledak dan akan terjadi bencana kemanusiaan luar biasa,” tukas Ketua Bidang Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa DPP Persatuan Alumni GMNI tersebut.