Sebab ketika pohon hilang, persoalan yang muncul bukan hanya kerusakan kawasan hutan, tetapi juga dapat berimbas pada sumber air, risiko banjir dan longsor, serta keberlanjutan kehidupan generasi berikutnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Sangliat Krawain membangun kesadaran bahwa kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan bukan dua hal yang harus dipertentangkan.
Lahan tetap dapat dimanfaatkan, perkebunan tetap dapat dikembangkan, namun harus dilakukan dengan memperhatikan daya dukung alam.
Bagi Taborat, mempertahankan beberapa pohon di setiap kebun mungkin terlihat sebagai langkah kecil. Namun jika dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat, langkah kecil tersebut dapat berubah menjadi kontribusi besar bagi kelestarian lingkungan dan masa depan generasi di Kepulauan Tanimbar.
(red/merindu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com











