Anies Dan Politik Identitas

oleh -0 Dilihat

Di Amerika Serikat, praktik politik identitas diawali oleh Marthin Luther King Jr, seorang pendeta Baptis di Atlanta Georgia. Ia menuntut hak-hak kesetaraan sipil di tahun 1954 dan menjadi martir bagi kaum kulit hitam Amerika saat ia berpidato di Memphis Tennessee, 4 April 1968. Selain itu ada juga gerakan politik Islam yang digagas oleh Louis Farakhan dengan gerakan The Nation of Islam-nya yang menuntut kesetaraan hak-hak Muslim negro Amerika. Tapi gerakan ini kemudian melunak setelah terjadi kesepahaman antara Farakhan dan Wareeth Dien Muhammad, mantan pesaingnya untuk bersepakat menyatukan diri dalam arus besar masyarakat Amerika yang plural dan heterogen.

Juga masyarakat Amerika di Queebeck yang berbudaya dan berbahasa Perancis ingin memisahkan diri dari Kanada yang berbahasa Inggris.

Baca Juga  Michel Platini Desak Gianni Infantino Mundur dari Presiden FIFA, Soroti Sejumlah Kontroversi

Juga sebagian orang Papua berbahasa Indonesia tetapi memandang ras mereka Melanesia sehingga ingin memisahkan diri dari Indonesia yang ras Melayu. Padahal, Maluku dan Nusa Tenggara yang ras Melanesia tetapi merasa nyaman menjadi bagian dari Indonesia. Nasionalisme sendiri kumpulan identitas kultural, etnis, bahasa, agama, menyatu dalam kesamaan padangan untuk hidup bersama. Dayak dan Papua “berbeda”, tetapi “sama” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.