Porostimur.com, Sofifi – Provinsi Maluku Utara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada tahun 2023 dan kuartal I–II 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan dan industri pengolahan, khususnya terkait hilirisasi nikel, menjadi motor penggerak utama.
Namun, di balik angka pertumbuhan yang impresif, terdapat dinamika sosial-ekonomi yang perlu menjadi perhatian, termasuk pengangguran dan kemiskinan.
Pertumbuhan Ekonomi Mengesankan

Menurut BPS, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada 2023 mencapai 20,49 persen (yoy), tertinggi di Indonesia, ditopang oleh industri pengolahan dan pertambangan. Triwulan I 2025 mencatat pertumbuhan 34,58 persen (yoy), sedangkan triwulan II 2025 sebesar 32,09 persen (yoy).
Kinerja ini menegaskan dominasi Maluku Utara dalam peta ekonomi nasional, terutama melalui ekspor dan pengembangan industri pengolahan.
Hilirisasi Nikel Jadi Pendorong Utama
Kebijakan hilirisasi nikel menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan. Pengolahan mineral secara domestik meningkatkan nilai tambah, menarik investasi, serta memperbesar kapasitas ekspor.
Kedua sektor utama—pertambangan dan industri pengolahan—mencatat pertumbuhan signifikan, memperkuat posisi Maluku Utara sebagai provinsi dengan kinerja ekonomi terdepan di Indonesia.









