“Elit ekonomi bisa menggunakan kekayaan mereka untuk merebut kekuasaan politik, lalu menggunakan kekuasaan itu untuk menjaga dan memperluas kekayaan mereka.” — Daron Acemoglu & James A. Robinson, _Why Nations Fail (2012)
Fenomena Sherly Tjoanda—di mana pemilik saham mayoritas tambang menjadi gubernur—adalah contoh nyata dari institusi ekstraktif. Sherly Tjoanda bukan hanya Gubernur Maluku Utara.
Ia juga pemegang 71% saham di PT Karya Wijaya, perusahaan tambang nikel yang beroperasi di wilayah kekuasaannya sendiri.
Ironisnya, satu dari dua izin tambang PT Karya Wijaya keluar hanya 41 hari setelah dia menang Pilkada. Bukan spekulasi: datanya tercatat resmi di MODI ESDM.
Ketika tambang dan kekuasaan menyatu, yang terkubur bukan hanya nikel, tapi juga keadilan.













Sumber Data: Jatam Maluku Utara









