Ketika tidak ada kapal atau sarana angkutan yang bisa digunakan, proses evakuasi pasien menjadi semakin sulit dan berisiko.
“Kalau ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, persoalan pertama yang dihadapi adalah bagaimana membawa pasien keluar dari desa. Ini tentu menjadi persoalan serius karena menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat,” ungkap sejumlah tokoh masyarakat dalam pertemuan tersebut.
Karena itu, masyarakat berharap kunjungan Anos Yeremias tidak berhenti sebagai agenda reses semata. Mereka meminta aspirasi yang disampaikan dapat diteruskan dan diperjuangkan kepada Pemerintah Provinsi Maluku serta instansi terkait.
Bagi masyarakat Wetar Selatan, hadirnya transportasi laut yang lebih teratur dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap berbagai sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, perdagangan, pendidikan, pemerintahan hingga kesehatan.
Anos: Transportasi Bukan Sekadar Mobilitas, Tapi Urat Nadi Kehidupan
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anos Yeremias memastikan seluruh masukan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui tugas dan kewenangannya sebagai Anggota DPRD Provinsi Maluku.
Menurut Anos, persoalan transportasi di wilayah kepulauan tidak dapat dilihat hanya sebagai persoalan mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya.









