Transportasi laut, kata dia, merupakan urat nadi kehidupan masyarakat kepulauan.
Tanpa transportasi yang memadai, hasil produksi masyarakat akan sulit mencapai pasar, distribusi kebutuhan pokok tersendat, akses pendidikan dan pemerintahan terbatas, sementara pelayanan kesehatan dan proses evakuasi pasien juga menghadapi risiko besar.
“Beta datang bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi masyarakat Masapun dan Mahuan akan beta bawa dan suarakan kepada Pemerintah Provinsi Maluku serta pihak-pihak terkait,” tegas Anos.
Ia menilai pembangunan di Maluku sebagai provinsi kepulauan harus memberikan perhatian serius terhadap desa-desa yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Menurutnya, potensi ekonomi yang dimiliki desa tidak akan berkembang maksimal apabila masyarakat tidak memiliki akses yang memadai untuk membawa hasil produksi menuju pasar.
Hal yang sama berlaku pada sektor kesehatan. Pelayanan medis tidak akan optimal apabila masyarakat yang membutuhkan pertolongan tidak memiliki sarana transportasi yang cepat dan aman untuk mendapatkan penanganan.
Karena itu, kebutuhan akan transportasi laut yang lebih teratur, akses pasar yang lebih baik, serta dukungan terhadap pelayanan dan evakuasi kesehatan menjadi sejumlah aspirasi utama yang dibawa dari Masapun dan Mahuan.









