Ketika dukungan terhadap Munas XI Kahmi, bukannya ramai bergulir dari kantong-kantong basis Muslim, atau senior HMI dan Kahmi, namun berdatangan dari pihak tokoh non-muslim menjadi dasar pemikiran bagi Kahmi inilah momentum yang tepat untuk menyebar nilai-nilai Islam rahmatan li al-‘âlamîn di wilayah mayoritas non-muslim.
Fenomena ini, jelas tak ditemukan pada kandidat kota-kota atau daerah lain di Indonesia,l yang akan ditetapkan sebagai tuan rumah Munas XI Kahmi 2022. Sebutlah Palu, Malang, Surabaya atau Mataram adalah daerah yang saya anggap sudah “kenyang” dengan siraman dakwah Islam tinimbang Manado di Sulawesi Utara yang membutuhkan tetesan embun dakwah Islamiyah. Karena di wilayah seperti di Manado Sulawesi Utara ini akan terasa efek kejut dan daya magis mission sacree Islam jika berbondong-bondong para alumni HMI dari seluruh Indonesia menghadiri agenda 5 tahunan Kahmi tersebut di Bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara.
Pernyataan dukungan dari pimpinan daerah, tokoh lintas agama, aktivis pemuda dan organisasi sosial di Sulawesi Utara merupakan wujud keterbukaan mereka menerima saudara-saudara mereka delegasi Kahmi se-Nusantara berkenan datang ke tanah Minahasa. Disinilah tempat pembuangan dan tempat peristirahatan terakhir para ulama, mujahid sekaligus pahlawan nasional Indonesia.









