Antara Palu dan Manado

oleh -461 views

Memang saat Indonesia dilanda “krismon” banyak terjadi exodus warga keturunan dan seluruh kapitalnya dari Indonesia, termasuk usaha ekonomi warga keturunan di daerah-daerah hengkang ke Singapura dan Amerika membuat ekonomi di daerah jatuh bangkrut. Namun Andre Angkouw, adalah fenomena terbalik. Ia justeru balik ke Indonesia dan melanjutkan proyek milik orang tuanya yang mangkrak di Wanea, Manado, yaitu mall dan hotel Grand Puri. Di tangan dinginnya, proyek tersebut kembali bangkit, bahkan sempat menjadi icon kota Manado dalam proses pemulihan ekonomi kota Manado pasca krisis.

Teman saya saat kuliah, Ronny Inkiriwang di daulat menjadi manager hotel tersebut. Saya sering mendapat discount jika menginap bersama keluarga disana. Karena seorang Chef-nya putra Loloda Maluku Utara dan makanannya halal.

Baca Juga  Declan Rice: Arsenal Akan Bangkit Lebih Kuat Usai Gagal di Final Liga Champions

Sebagai wilayah terra incognita bagi KAHMI, memang menjadi sesuatu yang baru, karena di Manado, baru saja diresmikan Museum Holocaust, untuk mengenang 6 juta kaum Yahudi Eropa, yang tewas di kamp konsentrasi Jerman selama Perang Dunia II (1939-1945) tersebut. Padahal tak ada hubungan sejarah Holocaust dengan sejarah Sulawesi Utara. Cuma karena keterikatan emosional kaum Kristiani semata saja dengan Yahudi yang lebih dekat dengan Israel seakan memacu memori kolektif kita untuk kembali membuka halaman kitab sejarah, bahwa Holocaust adalah ethnic cleansing, yang hingga sekarang, dunia belum berhenti dari praktek rasisme tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.