وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُ ۗ ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ اُخْرٰى فَاِذَا هُمْ قِيَامٌ يَّنْظُرُوْنَ
Artinya: “Sangkakala pun ditiup sehingga matilah semua (makhluk) yang (ada) di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian, ia ditiup sekali lagi. Seketika itu, mereka bangun (dari kuburnya dan) menunggu (keputusan Allah).”
Setelah itu, Malaikat Israfil akan meniup sangkakala untuk kedua kalinya. Pada saat itulah seluruh manusia dibangkitkan dan dikumpulkan di satu tempat untuk mempertanggungjawabkan semua amal yang pernah dilakukan di dunia.
Dijelaskan dalam buku Sepuluh Peristiwa Besar Menjelang Kiamat Kubra karya Arsikum Almasyhudi, kiamat kubra adalah kiamat besar, yaitu saat seluruh alam semesta hancur. Dunia dan seluruh isinya musnah, planet-planet tercerai-berai, bumi dan gunung-gunung meletus, sehingga seluruh manusia, hewan, dan tumbuhan binasa menjadi puing-puing yang berserakan.
Meski begitu, ada beberapa hal yang tidak akan rusak, seperti roh, ajbudz dzanab atau tulang ekor, serta makhluk-makhluk yang berada di surga dan neraka.
Kiamat kubra terjadi secara mendadak dan tanpa diketahui oleh siapa pun, namun ada beberapa tanda yang dapat dikenali. Berbagai hadits telah menjelaskan tanda-tanda yang menandai dekatnya kiamat kubra tersebut.









