Meyakini hari kiamat sebagai rukun iman kelima berarti mempercayai bahwa akan datang waktu ketika seluruh makhluk dan alam semesta hancur. Allah SWT telah menetapkan kepastian terjadinya kiamat, yang terdiri dari dua jenis, salah satunya kiamat kubra.
Kepastian datangnya kiamat ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Hajj ayat 7. Allah SWT berfirman,
وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ
Artinya: “Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.”
Menurut Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, ayat tersebut menjelaskan bahwa kiamat akan datang meskipun waktunya dirahasiakan oleh Allah SWT. Pada hari itu, seluruh manusia akan dibangkitkan dari kubur untuk dikumpulkan di Padang Mahsyar. Peristiwa kebangkitan dari kubur inilah yang dimaksud sebagai kiamat kubra.
Kata “Kubra” dalam bahasa Arab berarti besar. Menukil buku Pendidikan Agama Islam karya Bachrul Ilmy, kiamat kubra adalah kiamat besar, yaitu hancurnya seluruh alam semesta dengan segala isinya yang dimulai dengan tiupan pertama sangkakala Malaikat Israfil. Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam surah Az-Zumar ayat 68:









