Porostimur.com, Beijing – Revolusi toilet terus meluas di China menyusul keberhasilan Presiden Xi Jinping mengamankan periode ketiganya dalam puncak Kongres Partai Komunis China (PKC) pada akhir pekan lalu.
Selama kongres PKC sepekan terakhir, sejumlah demonstrasi menentang kepemimpinan Xi Jinping sempat terjadi di Beijing meski pemberitaannya langsung disensor pemerintah dan perbincangannya dihapus dari berbagai platform media sosial.
Namun rasa frustrasi karena terus dibungkam tidak menghentikan masyarakat China untuk melontarkan unek-unek dan amarahnya terhadap pemerintah yang otoriter. Salah satunya melalui coretan di bilik toilet yang kemudian disebut revolusi toilet.
Karena demonstrasi menjadi hal yang sulit dan langka dilakukan di China, revolusi toilet dinilai menjadi salah satu cara warga untuk terus memperluas gerakan penentangan terhadap rezim tanpa menjebloskan diri dalam bahaya penangkapan.
Slogan-slogan anti-Xi JInping pun semakin ramai ditulis di dinding dan pintu bilik-bilik kamar mandi umum. Pengkritik menganggap bilik toilet menjadi salah satu tempat terakhir yang aman dari pengawasan kamera pengintai CCTV.
Seorang mahasiswa senior di timur China, Raven Wu, mengamini anggapan tersebut. Ia pun ikut serta dalam revolusi toilet itu.




