Porostimur.com, Piru – Mantan Kepala Dusun Olatu, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat La Hadia dihujat saat mencegah warga yang membersihkan lahan sengketa.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Aliani Wabula, mantan Kadus itu dihujat saat dirinya menegur mereka yang sedang membersihkan lahan yang statusnya tanah sengketa.
“Kejadian ini berawal dari dua orang warga Olatu yakni Imran dan Lanui yang sedang membersihkan lahan yang desa tetapkan statusnya sebagai lahan sengketa. Bapak La Hadia menegur mereka berdua karena menurutnya tanah itu masih dalam sengketa. Keduanya mengancam dan memaki La Hadia dengan perkataan yang mungundang kemarahan,” kata Wabula kepada jurnalis porostimur.com pada Senin (24/10/2022).
Lanjut Wabula, La Hadia tidak menanggapi mereka. Ia hanya menyapu dada lalu pergi.
“Saat sampai di rumah. La Hadia menceritakan kejadian itu kepada istrinya. Istrinya marah dan mendatangi rumah mereka berdua dan adu mulut pun terjadi sehingga menimbulkan kerumunan warga. Karena keadaan semakin memanas, istri La Hadia pun diantar pulang oleh anaknya karena La Nui mengancamnya dengan sebilah parang,” ungkap Wabula.
“Tidak berhenti sampai di situ. Keluarga Mantan Kadus La Hadia masih selalu diancam termasuk anak kandungnya La Yamin dipukul hingga memar di bagian muka,” terang Wabula.




