Oleh: Moh Ramli, Kolumnis
SAAT diskusi kecil, teman bertanya pada saya. Kira-kira subtansi pertanyaannya begini: apakah Anda menyesal mendukung Jokowi menjadi Presiden Indonesia dua periode?
Saya tak menjawab. Alias tak mampu menjawab. Dalam hati hanya bisa bergumam: benarkah harapan dan kekecewaan di dunia ini selalu datang bersamaan?
Pertanyaan teman saya tentu tak lahir dari ruang hampa. Pertanyaan itu disampaikan setelah ayah dari Cawapres 2024 Gibran Rakabuming Raka itu melemparkan pernyataan kontroversi di Pangkalan TNI AU Halim, Jakarta, Rabu (24/1/2024) kemarin.
Pernyataan Jokowi itu Anda pun sudah tahu. Usai menghadiri agenda penyerahan tiga pesawat tempur untuk TNI bersama Menteri Pertahanan Prabowo Soebianto, ia ditanyai oleh wartawan soal pendapatnya mengenai para menteri yang menjadi tim sukses.
“Hak demokrasi, hak politik setiap orang. Setiap menteri sama saja. Yang paling penting, presiden itu boleh lho kampanye, boleh memihak,” ujarnya dengan santai. Di sampingnya, berdiri tegak Prabowo Subianto.
Pernyataan suami Iriana itu pun kita sudah paham. Ke mana arah dukungan Presiden Jokowi tersebut. Pada siapa lagi? Kalau bukan pada sosok di sampingnya tersebut, yang anak Presiden Jokowi menjadi cawapres sosok tersebut.










