AS Ketahuan Buat Kerusuhan di Iran, Skenario Kudeta Terbongkar

oleh -201 views
Orang-orang memegang bendera nasional "Singa dan Matahari" pra-Revolusi Iran selama unjuk rasa mendukung protes nasional di Iran, di Roma, Italia, 13 Januari 2026. (REUTERS/FRANCESCO FOTIA)

Porostimur.com, Teheran – Sejak akhir 2025, demonstrasi besar-besaran pecah di berbagai kota di Iran. Aksi tersebut dipicu ketidakpuasan publik terhadap pemerintah yang diperparah oleh krisis ekonomi berkepanjangan.

Situasi makin panas setelah Iran mendapat tekanan internasional terkait cara pemerintah menyikapi para demonstran. Pemerintah Teheran menegaskan, gejolak internal yang terjadi tidak sepenuhnya murni berasal dari rakyat, melainkan telah disusupi oleh intervensi asing, khususnya Amerika Serikat (AS). Washington dituding melakukan provokasi dan hasutan kerusuhan guna menciptakan destabilisasi internal.

Kecurigaan Iran terhadap campur tangan asing bukan tanpa alasan. Sejarah mencatat, negara itu pernah merasakan langsung intervensi AS dalam operasi rahasia yang berujung pada penggulingan pemerintahan sah.

Baca Juga  Sempat Buron, Pelaku Penganiayaan Maut di Obi Ditangkap di Ambon

Pada 1953, AS diketahui menyusun skenario kudeta terhadap Perdana Menteri Iran saat itu, Mohammad Mossadegh. Operasi rahasia tersebut sukses menjatuhkan Mossadegh dan membuat Barat lolos dari ancaman krisis minyak global. Fakta keterlibatan AS baru terungkap secara resmi puluhan tahun kemudian, tepatnya pada 2019.

Sebagai wawasan, setelah Iran merdeka pada 1941, AS disebut memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan melalui dukungannya kepada Dinasti Pahlavi, khususnya Mohammad Reza Pahlavi (1941-1979), yang kerap dijuluki sebagai “boneka” Washington. Namun, keseimbangan itu berubah ketika Mossadegh terpilih sebagai Perdana Menteri pada 1951. Dalam sistem politik Iran kala itu, Mossadegh menjabat kepala pemerintahan, sementara Reza Pahlavi tetap menjadi kepala negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.