Asep Sedunia Berkumpul di Garut

oleh -57 views
Link Banner

@porostimur.com | Garut: Ribuan orang bernama Asep, salah satu nama khas orang Sunda, dari berbagai daerah di Indonesia akan berkumpul dalam acara silaturahmi halal bi halal di Gedung Pendopo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, hari ini, Minggu (24/06). Acara ini diselenggarakan oleh Paguyuban Asep se-Dunia.

“Insya Allah hari ini, Kabupaten Garut jadi tuan rumah pelaksanaan halal bihalal Paguyuban Asep Dunia, bagi siapa saja yang bernama Asep silakan datang,” kata Ketua Paguyuban Asep se-Priangan Timur, Asep Jaelani kepada wartawan di Garut.

Dilansir Kantor Berita RMOL, Asep menuturkan, peserta bernama Asep diperkirakan akan mencapai ribuan orang untuk berkumpul saling sapa dan berbagi pengalaman dalam acara bertemakan “Riung Mungpulung Asep sa-Alam Dunia”.

Baca Juga  Kapolda Maluku Terima Audiensi Kadis Pariwisata Maluku

Peserta tidak hanya berasal dari Garut, tetapi akan dihadiri dari beberapa daerah di Indonesia selain dari daerah Jawa Barat juga akan datang dari Kalimantan, Sumatra dan daerah lainnya.

Link Banner

“Tidak hanya berasal dari Garut atau Jawa Barat saja tapi dari luar Jawa Barat juga ada, yang sudah konfirmasi ke kami ada yang dari Aceh, Kalimantan, Batam dan daerah lainnya,” kata Asep.

Ia mengungkapkan, nama Asep paling banyak dipakai orang Sunda, bahkan menjadi ciri khas daerah dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi yang memiliki nama tersebut.

Nama yang mudah dikenal itu, kata dia, merupakan nama ungkapan kasih sayang dari orang tua kepada anak laki-lakinya.

“Asep ini nama kasih sayang dari orang tua kepada anak laki-laki, kalau perempuan “nyai”, dan kami bangga dengan nama Asep,” katanya.

Baca Juga  Video Megawati Viral, Pengamat: Bentuk Emosional yang Tak Bisa Bedakan Ruang Publik dan Personal

Ia menambahkan, acara tersebut untuk melestarikan nama Asep, saat ini di Garut nama Asep lebih dari enam ribuan orang, sedangkan yang tergabung dalam paguyuban mencapai dua ribuan orang.

Selama ini nama Asep, kata dia, tersebar di berbagai daerah dengan latar belakang profesi, ada yang menjadi pengusaha, pegawai negeri, seniman dan sebagainya. “Alhamdulillah nama Asep masih ada yang melestarikan, mudah-mudahan tidak punah.” (red)