Asu Kawin, Kawin Asu-asuan

oleh -465 views

Lalu apakah imam Katolik ini menikahkan dua asu milik crazy rich Jakarta ini? Saya kira tidak. Dia tidak sepandir itu. Saya kira, sebagai imam Fransiskan Kapusin, dia memang harus menaruh belas kasih kepada binatang tumbuhan dan alam. Orientasi spiritualnya, sebagai pengikut St. Fransiskus Asisi, membuat dia mau memberkati kedua asu ini.

Tapi mengawinkannya dalam bentuk pemberian sakramen perkawinan? Saya kira jauh dari itu. Tapi itulah. Saya tidak tahu bagaimana dia membuat pertimbangan untuk mau memberkati “perkawinan” dua asu ini. Seharusnya dia tahu bahwa sebagian besar publik tidak tahu tradisi dan ajaran gereja Katolik. Tidak tahu beda antara pemberian sakramen dan pemberkatan.

Baca Juga  Pemprov Maluku Tertibkan Ratusan Pedagang Liar di Depan Pasar Mardika

Ada juga yang curiga, wah karena yang punya hajat adalah dua crazy rich makan stipendium (kasarnya, artinya adalah: amplop) mesti gede banget. Bisa iya, bisa tidak. Kalau pun iya, si pastor harus setor semuanya ke kongregasinya. Kecuali kalau dia nakal dan diam-diam pakai sendiri stipendium itu 😛

Untuk saya, ini semua terjadi karena dua orang super kaya yang ingin bikin sensasi. Di jaman sekarang ini, virality atau keviralan itu penting. Bersamanya akan datang “influence” sehingga kita kenal kata influencer. Mereka merasa diri bisa mempengaruhi orang lain. Sebelum menjadi influencer beneran, mereka harus jadi terkenal dulu. Ndak mungkin jadi influencer tanpa terkenal. Untuk terkenal dan diperhatikan orang, kowe harus bikin hal-hal yang kontroversial. Seperti makan kerupuk babi di Bakso Apung, sehingga si tukang bakso pecahin semua mangkok dan ganti dengan yang baru. Seakan mangkok jahanam itu masih mengandung babi walaupun sudah dibilas sabun. Kontroversi harus ditandingi dengan kontroversi.

No More Posts Available.

No more pages to load.