Isra Mi’raj adalah perjalanan yang melampaui kecepatan cahaya dengan tujuan akhir langit ketujuh. Bagaimana sains memandang fenomena ultra-ajaib ini?
Peringatan turunnya perintah shalat lima waktu itu jatuh pada hari ini, Sabtu (18/2). Petualangan suci di Abad 7 M yang dalam versi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebut sebagai Isra Mikraj itu hanya berlangsung dalam semalam.
Itu bermula saat Nabi Muhammad, ditemani Malaikat Jibril, pergi dari Masjidilharam, Mekkah, Arab Saudi, ke Baitul Maqdis, Masjid Al-Aqsa, Palestina.
Versi Google Maps, perjalanan dari dua titik itu bisa dilakukan via darat dengan mobil dengan rute tersingkat 16 jam 37 menit dengan jarak 1.471 km. Tak ada opsi perjalanan udara.
Dari titik terakhir, Nabi Muhammad naik dari Bumi langsung ke Sidratulmuntaha di langit ke tujuh untuk menerima perintah salat lima waktu. Selesai misi, ia kembali ke umatnya di jazirah Arab.
Satu entitas yang juga berperan penting dalam perjalanan ini adalah Buroq atau Buraq atau Burak, hewan anggun bersayap yang secara harfiah berarti kilat.
Kecepatan cahaya
Fisika hari ini, terlepas dari berbagai eksperimen baru, masih mengacu pada cahaya sebagai entitas dengan kecepatan tertinggi, yakni 299.792,458 km/detik.









