Bahas Buku “Anies Baswedan The Rising Star”, ini Kata Ketum JMSI Teguh Santosa

oleh -412 views

Lembong menambahkan, Anies paham internasionalisme itu sangat penting dan dari dulu sudah penting. “Mengutip dari Presiden pertama RI, Soekarno, beliau mengatakan bahwa nasionalisme tidak subur jika tidak hidup di dalam taman sari internasionalisme. Sebaliknya internasionalisme tidak dapat subur jika tidak berakar pada bumi nasionalisme. Jadi kedua-keduanya penting.”

Kondisi saat ini, Lembong melanjutkan, semakin genting dan memerlukan kerja sama internasional karena tantangan-tantangan seperti krisis iklim dan kesehatan publik, tak bisa diselesaikan bahkan oleh negara adikuasa atau kelompok negara. “Butuh kerja sama seluruh negara di dunia, semua harus berkontribusi, dan Indonesia harus ada di dalamnya,” tandas dia.

Paling Siap Hadapi Tantangan Internasional

Baca Juga  19 Jamaah Haji Asal Halbar Tiba Besok, Pemkab Siapkan Penjemputan di Jailolo

Adapun pengamat politik internasional Teguh Santosa mengataian, Indonesia membutuhkan pemimpin yang tangguh dan proaktif menjawab berbagai tantangan internasional. Figur ini dinilai dimiliki calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan.

“Anies ini terlambat jadi presiden, walau sesungguhnya tidak ada kata terlambat,” kata Teguh.

Teguh berandai-andai, jika Anies tak terlambat menjadi presiden atau menjadi Presiden RI pada 2019 lalu, mungkin Ukraina tak akan diserang Rusia atau mungkin yang menyatukan Iran dan Arab Saudi bukan Cina, tetapi Indonesia. “Kalau sekarang Indonesia jadi pemimpin G-20 atau ASEAN itu hanya giliran. Baru hebat misalnya kalau pertemuan dialog Kim Jong-un dan Donald Trump terjadi di Indonesia,” jelasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.