Bebek Amerika

oleh -579 views
Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis

Puasa mengajarkan pengendalian diri. Membaca dokumen seperti ini mengajarkan pengendalian emosi. Sebab kemarahan mudah, sementara pemahaman memerlukan oksigen intelektual lebih banyak daripada mendaki tujuh gunung.

Barangkali kita tidak sedang menyaksikan penyerahan kedaulatan. Tapi barangkali kita sedang menyaksikan redefinisi kedaulatan: dari kebebasan memilih menjadi kebebasan memilih di dalam batas yang disepakati.

Dan seperti biasa, sejarah tidak bergerak dengan suara gemuruh. Ia bergerak pelan-pelan, lewat kalimat teknis, lampiran perjanjian, dan tanda tangan pejabat yang tampak administratif.

Puasa tahun ini mungkin bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang menahan diri untuk tidak membaca masa depan dengan tergesa-gesa. Sebab masa depan bangsa tidak selalu ditentukan oleh pidato yang keras, melainkan oleh klausul yang tenang.

Ketika dokumen selesai ditandatangani, yang benar-benar resiprokal mungkin hanya tinta di halaman terakhir. Selebihnya, yang satu menyesuaikan, yang lain menetapkan.

Baca Juga  Kejati Malut Pastikan Proyek RS Pratama Halbar Bisa Dilanjutkan

Dan kita, rakyat jelata, tetap sahur seperti biasa — sambil perlahan memahami bahwa arah angin global kini berhembus melalui pasal-pasal yang tidak pernah dibacakan di mimbar.

Besok lanjut.

No More Posts Available.

No more pages to load.