Beda Keyakinan

oleh -107 views
Link Banner

Cerpen Karya: Ni Putu Gavrila Anindita Sudiartha

HUFTT kenapa ya gua suka sama seorang laki laki yang memiliki nama tuhan yang berbeda. Yaa inilah kisah cinta saya yang menyukai laki laki yang berbeda keyakinan denganku.

Kenalin nama aku Echa, aku anak kuliahan biasa jurusan psikologi. Aku punya sahabat laki-laki dari kecil bahkan kami sudah bersama dari jenjang taman kanak kanak. Dia bernama Ervin.

Flashback 12 tahun lalu,
“Ervin, lu janji kan bakal nikahin gua kalo dah gede?” tanyaku.
“Yah, nama tuhan kita beda” ucapnya dengan nada rendah.
“Yah berarti ga bisa ya?” tanyaku lagi.
“Ga bisa” jawabnya.
“Kalo gitu kita sahabatan aja ya sampai kakek nenek” jawabku penuh harap.
“janji ya” ucapnya sambi mengacungkan jari kelingking.
“Janji!”

12 tahun kemudian
Ya ini gua yang sekarang. Persahabatanku dengan Ervin masih terjalin kuat sampai sekarang. Dari dulu aku ingin kuliah di luar negeri, negara yang aku incar adalah Jepang. Tak disangka-sangka aku berhasil untuk mendapatkan beasiswa untuk kuliah di jepang.

Baca Juga  Vatikan Tegaskan Tolak Rencana Israel Caplok Wilayah Palestina

Aku segera memberitahu Ervin. “Er, gua kuliah di jepang!!” ucapku dengan semangat.
“Wahh selamat yaa chaa, yahh lu ke jepang gua sendiri deh di indonesia wkwk” jawabnya.

Keesokan harinya aku sudah bersiap siap untuk ke jepang. Aku memasuki pesawat dan melambaikan tangan ke ervin. Aku berkuliah di jepang sekitar 5 tahunan. Kita masih berkomunikasi via whatsaap.

2 tahun kemudian ervin memberikan kabar tak terduga.
“ECHAA!! gua nikah lagi 1 minggu, lu ke indonesia gakk?” ucapnya di telepon.
“Wah dateng dong, masa gak dateng ke nikahan sahabat sendiri” jawabku.
“Okee Chaa, lu sahabat gua ter the bestt” ucapnya.
“I-iya”.

Hatiku sedikit tergores mendengarnya namun ku tetap bahagia melihat sahabatku bahagia. Coba saja aku seagama dengannya hiks, ada dua pilihan antara tuhannya atau dia. Aku belum bisa pindah agama oleh karena itu aku tidak bisa menikah dengan ervin.

Baca Juga  Cerita dari Tokaka

Beberapa hari kemudian aku akan ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan ervin. Aku duduk di kursi dekat jendela pesawat. Hmm jadi keinget si Ervin mau jadi pilot.

Flashback
“Er, cita cita lu apa?” tanyaku.
“Pilot” jawabnya.
“Wahh keren bisa antar aku ke Jepang” jawab Echa.
“Haha gemes kamu, tapi aku disuruh gantiin bapak aku kerja di kantoran” jawabnya.
“Yaahh ga bisa dong wkwk” jawabku.

“Oiya, kamu percaya akan adanya kehidupan kedua ga?” tanya Ervin.
“Emm kurang tau si” jawab Echa.
“Kalo misal beneran, kira kira kita bakalan sahabatan ga ya?”

“si Echa mana yaa?? harusnya kan sudah sampai” ucap Ervin cemas.

Baca Juga  Tapaki RI 01, Prabowo-Sandi alokasi 2 kursi menteri bagi Maluku

Tiba tiba ada berita pesawat jatuh dari Tokyo-Indonesia. “Emm i-itu ga mungkin pesawatnya echa kan” ucap Ervin yang masih berpikiran positif.

“Ada 1 jasad yang telah ditemukan yaitu Echa Naresha Anastashia” ucap penyiar televisi.

“A-apaa??? Echaaa lu bohong Chaa kata lo kita bakal sahabatan sampai tuaa tapi kenapa lo pergi duluan” ucap Ervin dengan nafas terengah-engah.

Ervin bergegas menuju bandara. Dengan kecepatan maksimum ia mengendarai mobilnya.
Tiba-tiba BRUKKK!! Mobil Ervin terpental. Tubuh Ervin terluka parah. Matanya tertusuk kaca mobil. Darah bercucuran. Ia tewas kehabisan nafas. Cerita pun berakhir, jasad Ervin & Echa dimakamkan bersebelahan, mereka masih bersahabat namun di dunia yang berbeda. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.