Sebab, ruang publik yang demokratis bukan sekadar ruang yang terbuka bagi semua orang. Ia adalah ruang di mana setiap orang memiliki kesempatan yang cukup untuk memahami persoalan, menyampaikan suara, dan memengaruhi keputusan.
Dan literasi adalah salah satu tiket terpenting untuk sampai ke sana.
Perempuan yang literat bukan hanya perempuan yang mampu membaca. Ia adalah perempuan yang mampu membaca zaman, membaca persoalan, membaca peluang, lalu menggunakan pengetahuannya untuk mengubah kehidupan.
Dari perempuan yang mampu membaca, kita dapat menumbuhkan keluarga yang lebih sadar. Dari keluarga yang sadar, lahir komunitas yang lebih kuat. Dan dari komunitas yang kuat, kita dapat membangun kota yang lebih adil.
Tual, 2 Agustus 2026










