“Indonesia Timur dan Batak punya tradisi musik yang sama-sama kuat. Ketika dipertemukan, yang muncul bukan perbedaan, tapi kekayaan. Inilah Indonesia,” tegasnya.
Sentuhan Modern Tanpa Hilangkan Akar
Aransemen “Rindu Ngana” tetap mempertahankan nuansa etnik khas timur, namun dikemas dengan sentuhan modern agar lebih mudah diterima generasi muda tanpa kehilangan akar budayanya.
Levinus menyebut, pemilihan Berlian Voice bukan tanpa alasan. Ketiganya dinilai mampu menyampaikan emosi lagu secara kuat, sekaligus menghadirkan perspektif perempuan dalam merawat dan meneruskan tradisi musik daerah.
“Melalui Rindu Ngana, Maina Production berharap musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang perjumpaan budaya, pengingat akan nilai persaudaraan, serta bukti bahwa perbedaan dapat disatukan dalam harmoni,” tukasnya.
Single “Rindu Ngana” kini telah tersedia di kanal YouTube resmi Maina Production dan siap dinikmati sebagai simbol persahabatan musikal antara Indonesia Timur dan Batak, dari timur hingga barat Nusantara. (red)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










